Posted by : Alfatih
Saturday, March 4, 2017
Kisah ini adalah kisah salah seorang tukang ojek di sebuah desa di Kabupaten Pemalang - Jawa Tengah, awal mula cerita ini adalah pada saat itu seorang tukang ojek sedang mangkal di pos ojeknya, saat itu adalah tengah malam jam 22.30 WIB, tiba-tiba ada seorang perempuan cantik memakai baju panjang berwarna merah turun dari bus, lalu perempuan itu menghampiri tukang ojek dan si tukang ojek menawarkan ojek dan perempuan itu tidak menjawab namun hanya menganggukkan kepala saja dan perempuan itu naik, pas di tengah jalan si tukang ojek tanya "Mbak mau kemana?" perempuan itu menjawab "anterin aku pulang ke desa K(singkatan)" dan tukang ojek membalas "oke mbak".
Jarak dari pos ojek ke tempat tujuannya adalah jaraknya cukup jauh, disamping itu jalannya juga masih buruk (belum ada aspal) listrik pun juga masih terbatas, jadi jalan yang di laluinya sudah pastinya gelap tanpa ada penerangnya. Kejadian aneh mulai dirasakan si tukang ojek pas mulai mendekati jembatan sungai, jembatan itu adalah batas antar desa kebetulan disitu hanya sawah-sawah saja dan tidak ada rumah penduduk satupun. Saat itu tiba-tiba tukang ojek merasakan bau busuk yang menyengat, namun tukang ojek itu tetep melajukan sepeda motornya, tiba-tiba tukang ojek itu merasakan sepeda motornya seperti tidak ada tambahan beban (enteng), tukang ojek pun bermaksud mengajak ngomong ke perempuan tersebut "Mbak, emang mbak abis dari mana kok jam segini baru pulang?" namun tidak ada balasan jawaban dari perempuan itu, kemudian si tukang ojek itu menoleh ke belakang sambil melajukan sepedanya, pas menoleh ke belakang ternyata perempuan itu tidak ada di belakangnya, tukang ojeknya pun kaget dan ketakutan, dan tukang ojek tersebut menambahkan kecepatan laju sepeda motornya, saat mendekati tanjakan (tanjakan itu diapit oleh 2 makam umum) disitu juga tidak ada lampu sama sekali, tiba-tiba di tanjakan ada seorang perempuan tertawa-tertawa sangat kencang, lalu tukang ojek itu semakin menaikkan kecepatan sepedanya, namun tidak sampai-sampai ke atas, dia tetap dibawah, lagi-lagi masih di bawah. Akhirnya dia tinggalkan sepeda motornya dan berlari naik ke atas dan akhirnya sampai juga di pinggir desa K, disitu ada sebuah warkop yang masih buka (aneh juga di desa seperti masih ada warkop yang masih buka padahal sudah malam hampir pagi) dan si penjaga warkop bertanya "Mas, abis dari malam dan mau kemana malam-malam gini?" tukang ojekpun tidak bisa menjawab karena nafasnya masih tidak beraturan dan rasa takut yang masih menyelimuti, lalu penjaga warkop memberinya air putih untuk di minum, setelah tukang ojek itu minum, baru dia bercerita kejadian yang barusan dialaminya. Dan penjaga warkop itu pun berkata "Apa orangnya seperti saya (sambil membalikkan badannya)?" dan tukang ojek itu pun sangat kaget melihat perempuan itu ternyata juga orang yang diboncenginya, tukang ojek itu tidak bisa lari lagi karna kakinya sangat sulit untuk digerakkan dan akhirnya tukang ojek itu pingsan.
Pagi pukul 07.15 WIB ada seorang yang laki-laki dan istrinya (suami-istri) jalan kaki bertujuan untuk ke sawah, tiba-tiba sang istri itu melihat ada seorang yang tertidur di pinggir jalan dan berkata kepada suaminya "Kang itu ada orang di jalan tidur ada meninggal Kang?" lalu suami-istri itu mendekati si tukang ojek itu dan menggoyang-goyangkan badannya sambil berkata "Mas, mas bangun.....!" dan kemudian tukang ojek itu sadar dan terbangun, namun dia masih diam dan si suami itu menyuruhnya duduk di pinggir jalan, setelah duduk di pinggir jalan, si suami itu bertanya "Mas, mas kenapa tidur disini? emang Masnya mau kemana?" dan akhirnya tukang ojek itu menjawab dan menceritakan semua kejadian yang dialaminya, lalu si suami itu juga menceritakan kalo kejadian seperti itu sering terjadi di disitu jadi bukan hanya si tukang ojek itu saja yang di ganggu.
Akhirnya si tukang ojek itu kembali turun ke bawah untuk mengambil sepeda motornya dan kembali ke pangkalan ojeknya.
